Setiap muslim akan masuk surga, bukan?
Namun apakah sebelumnya kita sempat merasakan api neraka itu?
Yang satu hari seperti seribu tahun lamanya?
Merasakannya untuk semenit saja?
Hanya karena dosa kita yang tidak kau pintakan taubatnya?
Bukan, bukan amal kita yang akan memasukkanmu ke Syurga…
bukan sujud kita, bukan infaq kita,,
bukan puasa kita,
bukan lelah kerja kita,
bukan capai pikiran kita…
bukan wahai diri!
Tapi rahmat Allah SWT!
Maka hati kita, jagalah selalu pada harapan akan ridho Allah…
Sikap kita, jagalah selalu dalam ikhlas padaNya.
Lisan kita, jagalah selalu agar selalu membuahkan cinta padaNya…
Harapkanlah Allah dalam hati kita, Karena hanya Allah yang dapat menolong kita, Teman…
Maka mulai hari ini hitunglah segala amal kita…
hitunglah segala kesalahan kita…
menangislah karena amal kita itu belum juga cukup menutupi dosa kita…
Jagalah terus diri kita dalam kebaikan.
Karena kita tak tahu kapan batas akhir hidup kita…
Pada akhir cerita kita, apakah akhir yang indah atau buruk?
Apakah kita yakin, kelak kita akan mati dalam kondisi sebaik ini?
Apakah kita mati dalam maksiat, atau dalam amal kita?
Apakah kita mati saat kau sedang berbuat sia2, atau saat kita sedang berbuat kebajikan?
Karena hidup ini hanyalah perjalanan sementara .
Kisah senangnya hanya hiburan sesaat.
Kisah sedihnya hanya ujian sementara.
Alam akhirat itulah hidup kita yang sebenarnya.
Maka mari tanyakan pada diri kita..
buat apa kita di dunia ini?
Tugas apa yang harus kutuntaskan di sini?
Bagaimanakah kita mengisi perjalanan ini?
Apa yang harus kita siapkan untuk hidup kita nanti?
Bagaimana akhir hidup kita ini nanti kurencanakan?
Tanyakan pada diri kita…
cari tahu oleh diri kita…
kerjakan oleh kita…
saat ini…
mulai detik ini…
karena waktu tak dapat menunggu…
Namun apakah sebelumnya kita sempat merasakan api neraka itu?
Yang satu hari seperti seribu tahun lamanya?
Merasakannya untuk semenit saja?
Hanya karena dosa kita yang tidak kau pintakan taubatnya?
Bukan, bukan amal kita yang akan memasukkanmu ke Syurga…
bukan sujud kita, bukan infaq kita,,
bukan puasa kita,
bukan lelah kerja kita,
bukan capai pikiran kita…
bukan wahai diri!
Tapi rahmat Allah SWT!
Maka hati kita, jagalah selalu pada harapan akan ridho Allah…
Sikap kita, jagalah selalu dalam ikhlas padaNya.
Lisan kita, jagalah selalu agar selalu membuahkan cinta padaNya…
Harapkanlah Allah dalam hati kita, Karena hanya Allah yang dapat menolong kita, Teman…
Maka mulai hari ini hitunglah segala amal kita…
hitunglah segala kesalahan kita…
menangislah karena amal kita itu belum juga cukup menutupi dosa kita…
Jagalah terus diri kita dalam kebaikan.
Karena kita tak tahu kapan batas akhir hidup kita…
Pada akhir cerita kita, apakah akhir yang indah atau buruk?
Apakah kita yakin, kelak kita akan mati dalam kondisi sebaik ini?
Apakah kita mati dalam maksiat, atau dalam amal kita?
Apakah kita mati saat kau sedang berbuat sia2, atau saat kita sedang berbuat kebajikan?
Karena hidup ini hanyalah perjalanan sementara .
Kisah senangnya hanya hiburan sesaat.
Kisah sedihnya hanya ujian sementara.
Alam akhirat itulah hidup kita yang sebenarnya.
Maka mari tanyakan pada diri kita..
buat apa kita di dunia ini?
Tugas apa yang harus kutuntaskan di sini?
Bagaimanakah kita mengisi perjalanan ini?
Apa yang harus kita siapkan untuk hidup kita nanti?
Bagaimana akhir hidup kita ini nanti kurencanakan?
Tanyakan pada diri kita…
cari tahu oleh diri kita…
kerjakan oleh kita…
saat ini…
mulai detik ini…
karena waktu tak dapat menunggu…